Aku
masih ingat berapa detik yang lalu
seorang kenalanku via BBM bercerita tentang seorang artis wanita fenomenal, ia
sangat cantik, berbadan dan bersuara seksi. Sangking lebih sekomplek itu
karunia Tuhan padanya, ia disebut fansnya dengan kata Princess. Aku iri memang
dengan beberapa kelebihannya itu. OOO, kembali lagi pada pembicaraan di awal,
dia sedang mencari laki-laki katanya. Lebih tepatnya ingin mencari suami, tapi
di usianya yang lebih dari kepala tiga, ia belum mendapatkan calon suami itu.
Lalu temanku itu mengatakan “Mungkin dia terlalu pemilih, atau menginginkan
yang lebih tinggi dari dia” Aku bertanya
menurut pandangan laki-laki wanita yang dicari itu bagaimana?”, berulang kali
dia bm aku dengan kalimat yang sama “Lelaki itu juga ingin wanita yang baik
mesti sebejat apapun dia” Ssst..aku bergedik sekali lagi membacanya. Itu
pendapat laki-laki. Oke right.
Sudah sebaik itukah aku menjadi wanita? Aku
bertanya sekali lagi dalam hati, sudah lebih baikkah aku? Tentunya belum,
banyak hal yang membuat diriku belum sesempurna dan sebaik aisyah, sesuci
maryam dan sekuat Fatimah menyimpan cintanya. Aku masih seperti bocah kemarin,
rasanya begitu. Sebelumnya aku mendefenisikan wanita baik itu seperti apa, ini
hanya menurutku saja. Wanita baik itu, sempurna dalam segala hal. Mulai dari
menjaga tutur katanya sampai perbuatannya, pandai memasak, mengahargai dirinya
dan orang yang dicintai. Dan yang didefinisikan oleh grup nasyid nasyid
dari the fikr, cukup lengkap mendeskripsikan
Wanita salihah adalah sebaik-baik
keindahan.Menatapnya menyejukan kalbu.
Mendengarkan suaranya menghanyutkan batin.
Ditinggalkan menambah keyakinan.
Wanita salihah adalah bidadari surga yang hadir di dunia.
Wanita salihah adalah ibu dari anak-anak yang mulia.
Wanita salihah adalah isteri yang menuguhkan jihad suami.
Wanita salihah, penerbar rahmat bagi rumah tangga, cahaya dunia dan akhirat
Lalu yang al Quran katakanan
adalah “Katakanlah kepada wanita yang
beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah
mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan
hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan
perhiasannya kecuali kepada suami mereka dst…”(QS. an-Nur [24]: 31).
Pikiranku melalang buana, merasa seorang yang tidak lebih
baik dari siapapun. Sungguh, pantaskah aku mendapat laki-laki yang baik itu,
bukankah laki-laki yang baik adalah untuk wanita yang baik dan sebaliknya. Laki-laki,
sebenarnya belum pada saat ini aku memikirkannya karena sekarang usiaku masih
belum cukup itu menurutku saja memang. Tapi aku ingin usiaku sama dengan usia
nabi Muhammad saw saat menikahi Siti Khadijah. Aku hanya ingin lebih baik dari
sekarang untuk diriku, agamaku, hidupku, urusanku dan keluargaku, sampai nanti
aku benar-benar takluk pada seseorang yang membuatku benar-benar takjub. Malam
ini, aku berharap pada Dia yang meniupkan roh dijasadku. Tuhan tuntun aku untuk
lebih baik, lebih sabar dan jauh dari kata munafik. Entahlah dibeberapa sekat
aku masih bersikap tak jujur, dan bukankah kau memnbenci mereka yang munafik.
Termasuk aku dan hidup serta cintaku. Ku serahkan diri dan masalahku, Tuntun
aku menjadi pribadi yang bisa selayaknya bersikap, berbuat dan bersifat.
Setidaknya aku ingin belajar seperti apa sesungguhnya wanita yang Kau inginkan
itu. “AZR”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar